Selasa, 27 Mei 2014

Profil



SANITASI
Jurnal Kesehatan Lingkungan



Penerbit :
Jurusan Kesehatan Lingkungan
Politeknik Kesehatan Kemenkes Yogyakarta

Susunan Dewan Redaksi

 Ketua Penyunting
Agus Kharmayana Rubaya

Wakil Ketua Penyunting
Siti Hani Istiqomah

 Penyunting Pelaksana
Achmad Husein
M. Mirza Fauzie
Bambang Suwerda

 Tata Usaha
Sapto Harmoko
Winarto
Kenyo Estutik




Alamat Penerbit dan Redaksi
Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Jalan Tata Bumi No.3 Banyuraden, Gamping, Sleman Yogyakarta
Telp./Fax. (0274) 560962
E-mail :  kesling.jogja@yahoo.com
Website : www.keslingjogja.net



Redaksi menerima sumbangan tulisan berupa hasil penelitian
atau hasil pemikiran yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan
dan belum pernah diterbitkan oleh media lain.
Naskah diketik  mengikuti “Petunjuk Penulisan”
yang ada di halaman belakang,
Naskah yang masuk akan dievaluasi dan disunting untuk
keseragaman format, serta istilah dan tata-cara lainnya.



Terbit pertama kali pada Agustus 2007
Periode penerbitan: 4 (empat) kali dalam setahun, setiap Februari, Mei, Agustus dan November



Minggu, 13 April 2014

PENGGUNAAN RANGKAIAN FILTRASI FM2FV UNTUK MENURUNKAN KADAR KEKERUHAN DAN COLIFORM AIR HUJAN DI RS BETHESDA YOGYAKARTA TAHUN 2012




Vol. 4, No. 4, Mei 2013                                                                                   ISSN1978-5763
 


Fransisca Widiana Arimawanti*, Lucky Herawati**, F. X. Amanto Rahardjo***

* Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta, Jl. Jenderal Sudirman No.70 Yogyakarta
email: widi_frans@ymail.com
** JKL Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Jl. Tatabumi 3, Gamping, Sleman, DIY 55293
*** JKL Poltekkes Kemenkes Yogyakarta


Abstract
Rainwater is one of the most potential sources for water supply which can be used for everyday purposes, including in hospitals. Rainwater relatively has good quality, however, in the harvest-ing process, i.e. by collecting the water pouring from the roof, pollutants may be brought and affecting the quality of the rainwater. Filtration by using multimedia filter and ultraviolet disinfect-ion (FM2FV) prior to the use of rainwater is one effort that can be applied to tackle that problem. The study was held in Bethesda Hospital of Yogyakarta, and was aimed to know the influence of the use of the filtration series in decreasing turbidity and coliform by employing a pre-test post-test with control group designed experiment. The rainwater sample was collected by using inte-grated sampling method from five collection points, and the subsequent examination of turbidity and coliform were conducted in the Health Laboratory Office of Yogyakarta. Between each repli-cations, in order to clean the filtration mediums, the series were washed before be used again. The results showed that after the data were tested by using multivariate anova (manova), it was found that the aggregated p value was <0 .05="" span="">, meaning that the filration process was significant in declining both the turbidity level and coliform number between the treatment and control groups. In the treatment group the turbidity and coliform decreased as much as 68,17 % and 95,11 %, respectively.
    
Keywords : rainwater harvesting, water filtration, ultra violet, turbidity, coliform

Intisari

Air hujan merupakan salah satu sumber air alternatif yang paling potensial, yang dapat diman-faatkan untuk keperluan sehari-hari termasuk di rumah sakit. Air hujan mempunyai kualitas yang relatif baik namun dalam proses pemanenannya (rainwater harvesting), yaitu dengan cara me-ngumpulkan air yang mengucur dari atap, polutan dapat masuk sehingga mengakibatkan turun-nya kualitas air hujan tersebut. Filtrasi dengan filter multimedia, serta disinfeksi menggunakan ultra violet (FM2FV) sebelum air hujan tersebut digunakan, adalah salah satu upaya untuk me-nanggulangi masalah tersebut. Penelitian yang berlokasi RS Bethesda Yogyakarta ini, bertuju-an untuk mengetahui pengaruh penggunaaan rangkaian filtrasi tersebut dalam menurunkan ka-dar kekeruhan dan coliform. Eksperimen yang digunakan menggunakan desain pre test-post test with control group. Sampel air hujan diperoleh dengan metoda integrated sampling dari lima lokasi pengumpulan. Pemeriksaan kadar kekeruhan dan coliform dilakukan di Balai Laboratori-um Kesehatan Yogyakarta. Tiap sebelum dilakukan replikasi, media filtrasi dicuci bersih terlebih dahulu sebelum digunakan kembali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diuji meng-gunakan uji multivariate anova (manova), secara bersama-sama nilai signifikansi menunjukkan kurang dari 0,05, yang berarti penggunaan rangkaian filtrasi berpengaruh secara bermakna ter-hadap penurunan kadar kekeruhan dan coliform di antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pada kelompok eksperimen kadar kekeruhan turun sebesar 69,17 % dan coliform turun sebesar 95,11%.
   
Kata Kunci : pemanenan air hujan, penyaringan air, ultra violet, kekeruhan, coliform

 

KEMAMPUAN TANAMAN PALEM KUNING (Chrysalidocarpus lutescens), DAUN SUJI (Dracaena deremensis), DAN PAKU-PAKUAN (Nephrolepis exaltata) DALAM MENURUNKAN KADAR KARBON MONOKSIDA (CO)




Vol. 4, No. 4, Mei 2013                                                                                   ISSN1978-5763
 


Morita Sari*, Sri Muryani**, Abdul Hadi Kadarusno***

* JKL Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Jl.Tatabumi 3, Banyuraden, Gamping, DIY 55293
email: veronicacarita16@yahoo.com
** JKL Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
                                                            *** JKL Poltekkes Kemenkes Yogyakarta


Abstract

One possible source of indoor air pollution is gasoline engine of motor vehicle. High carbon mo-noxide (CO) concentration raises the level of CO Hb in the blood, thus causing health disruption ranging from headache to death. One of the efforts which can be applied to cope the problem is utilizing CO absorber plants such as yellow palm (Chrysalidocarpus lutescens), suji leaves (Dracena deremensis) and ferns (Nephrolepis exaltata). The research was aimed to reveal the ability of the three plants in reducing CO concentration, and also to know which plant has the highest absorbing power. The study was an experiment which employed pre test-post test with control group design, and for each type of plant, there were five replications. Motorcycle engine used in the research as the pollution source was ignited for 30 minutes before the subsequent exhaust gas were exposed in one hour to the experiment room which had the dimension of 3 m length, 2 m width and 2 m height. The results showed that the decrease of CO concentration among the three plants were 76,14 % for Chrysalidocarpus lutescens, 81,18 % for Dracaena deremensis, and 84,08 % for Nephrolepis exaltata, and the statistical test proved that those percentage were significantly different (p < 0,001). Further test, found that ferns (Nephrolepis exaltata) has the highest absorbing capability.

Keywords : carbon monoxide, Chrysalidocarpus lutescens, Dracaena deremensis),
                    Nephrolepis exaltata

Intisari

Pencemaran udara di dalam ruangan salah satunya dapat berasal dari mesin kendaraan ber-motor. Kadar Karbon Monoksida (CO) dalam konsentrasi tinggi menyebabkan kadar CO Hb di dalam darah meningkat, sehingga dapat menimbulkan gangguan pada tubuh mulai dari sakit kepala sampai dengan kematian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi masalah tersebut adalah dengan memanfaatkan tanaman Palem Kuning (Chrysalidocarpus lu-tescens), Daun Suji (Dracena deremensis) dan Paku-pakuan (Nephrolepis exaltata) sebagai tanaman penyerap CO. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kemampuan ke tiga tanaman tersebut dalam menurunkan kadar CO serta untuk mengetahui tanaman mana yang kemampu-an penyerapannya tertinggi. Penelitian yang digunakan bersifat eksperimen dengan replikasi untuk setiap tanaman sebanyak lima kali dengan rancangan pre test-post test with control group. Mesin sepeda motor yang digunakan sebagai sumber pencemar dalam penelitian ini dinyalakan selama 30 menit dan kemudian gas yang dihasilkan dipaparkan ke dalam ruangan penelitian yang berukuran panjang 3 m, lebar 2 m dan tinggi 2 m selama satu jam. Hasil pe-nelitian menunjukkan bahwa kadar CO yang dapat diturunkan oleh palem kuning, daun suji dan paku-pakuan, berturut-turut adalah sebesar 76,14 %, 81,18 %, dan 84,08 %, dan hasil uji statistik menunjukkan bahwa selisih penurunan di antara ketiga jenis tanaman memang sig-nifikan (p < 0,001), dan yang kemampuannya tertinggi adalah paku-pakuan.

Kata Kunci : karbon monoksida, palem kuning (Chrysalidocarpus lutescens),
                      daun suji (Dracaena deremensis), paku-pakuan (Nephrolepis exaltata)